DisplayPort Interface Baru untuk Monitor

Content Protection by DMCA.com
Ada sejumlah interface untuk menghubungkan kartu grafis dengan monitor yang populer seperti DVI-D, HDMI, dan D-Sub 15pin. Belakangan interface ini bertambah pula dengan DisplayPort. Sudah bukan sesuatu yang unik bila suatu kartu grafis masa kini menawarkan keempatnya, walau kadang untuk D-Sub 15pin butuh adapter.
 
Meskipun keempatna sudah umum didukung kartu grafis masa kini, tidak demikian halnya dengan monitor (setidaknya di Indonesia). Tidak banyak monitor yang menyediakan dukungan DisplayPort. Biasanya para monitor itu menyediakan port D-Sub 15pin untuk koneksi analog, sementara untuk koneksi digital menawarkan port DVI-D dan/atau HDMI. Padahal DisplayPort menawarkan sejumlah keunggulan seperti halnya memungkinkan lebih dari satu video stream independen ditransmisikan lewat satu koneksi ke lebih dari satu monitor secara daisy chain.
DisplayPor VGA Card
DisplayPort menggunakan data packet-data dikirim dalam bentuk paket-paket sehingga mirip dengan Ethernet, USB, PCI-Expres, dan SATA. Ini memungkinkan DisplayPort mengambil clock dari data stream sehingga berbeda dengan DVI-D dan HDMI yang menggunakan sinyal clock tersendiri. DisplayPort terdiri dari sebuah link (sambungan) utama, sebuah kanal auxiliary (tambahan), dan sebuah jalur sinyal HPD (Hot Plug Detect).
 
Link Utama, sesuai namanya adalah jalur utama untuk transmisi data. Kanal auxiliary berfungsi untuk link management dan device control. Sinyal HPD berfungsi sebagai interrupt request dari piranti Sink (penerima). Selain tentunya untuk mendeteksi Hot Plug.
 
DisplayPort juga menyertakan jalur untuk daya sebesar 3.3V 500mA. Daya ini bisa untuk “menghidupkan” repeater, adapter ke interface lain (D-Sub 15pin, DVI, HDMI) maupun lainnya. Bagi yang perlu proteksi konten. DisplayPort mendukung DPCP (Display Port Conten Protection) maupun HDCP (High-bandwidth Digital Content Protection) yang juga dipakai HDMI.
 
Link Utama

Link Utama adalah sebuah kanal yang unidirectional (satu arah) yang memiliki bandwidth tinggis serta latency rendah digunakan untuk mengirimkan sejumlah steam data isochronous, misalnya video dan audio yang tidak terkompresi.

Link utama ini terdiri dari satu, dua atau empat lane (jalur). Masing-masing lane seperti halnya jumlah interface lain yang dipakai data packet memanfaatkan differential pair (pasangan differential-data ditransmisikan  lewat perbedaan tegangan antara kedua konektor) dan 8b/10b encoding-mentransfer data 8bit lewat 10bit symbol. Kecepatan dari lane ini bisa 1,62Gbps, 2,7Gbps dan 5,4Gbps. Karena menggunakan 8b/10b encoding, kecepatan “efektif”-nya  menjadi 80%, tepatnya 1.296Gbps, 2,16Gbps, dan 4,32Gbps. Sebagai catatan, kecepatan yang 5,4Gbps (efektir 4,32Gbps) termasuk dukungan sejumlah video stream independen ditransmisikan lewat satu koneksi baru hadir di DisplayPort versi 1.2.

Berhubung mengandung satu, dua, atau empat lane, besarnya total kecepatan yang ada juga berbeda-beda, sesuai dengna jumlah lane yang digunakan. Untuk satu lane, “bandwidth” efektifnya 1,296Gbps, 2,16Gbps dan 4,32Gbps tergantung kecepatan yang digunakan. Untuk dua lane, nilai ini  menjadi 2,592Gbps, 4,32Gbps dan 8,64Gbps. Adapun empat lane, bandwidth nya menjadi berlipat ganda lagi menjadi 5,184Gbps, 8,64Gbps dan 17,28Gbps. Semakin tinggi bandwidth yang tersedia, semakin tinggi resolusi, kedalaman warna dan refresh rate yang bisa dilewatkan. Sebagai contoh, dengan empat lane 4,32Gbps, DisplayPort  bisa melewatkan video dengan resolusi 4096×2160 piksel dengan kedalaman 24bpp dan refresh rate 60Hz yang butuh bandwidth lebih dari 15Gbps.

Manajemen dan Kontrol

Bila transmisi data adalah lewat link utama, bagiamana dengan kanal auxiliary dan jalur sinal HPD?
Sama seperti  link utama, kanal auxiliary juga memanfaatkan differential pair, namun menggunakan Manchester II encoding- Dikembangkan oleh Universitas Manchester. kanal auxiliary ini bidirectional (dua arah), namun half-duplex tidak bisa berbarengan, mengirim dan menerima tidak bisa serentak. Kanal Auxiliary ini memiliki kecepatan sebesar 1Mbps (pada DisplayPort 1.2 naik menjadi 720Mbps dan menggunakan 8b/10b encoding). Fungsinya seperti sudah disebutkan diatas, untuk link management dan device control.

Adapun jalur sinyal HPD berfungsi untuk deteksi hot plug selain bisa dimanfaatkan oleh peranti Sink bila hendak menginterupsi peranti Source (pengirim).

Jadi bagaimana kanal auxiliary dan jalur sinyal HPD berfungsi dalam hal manajemen dan kontrol? Setelah deteksi hot plug, peranti Source akan mengkonfigurasi link utama; mengaktifkan jumlah lane yang sesuai beserta kecepatannya dan beberapa paremeter lain.
Komunikasi dalam menentukan berbagai parameter ini adalah lewat kanal auxiliary. Andai setelah beberapa saat, peranti Sink menilai transmisi lewat link utama bermasalah, misalkan kehilangan sinkronisasi, peranti Sink mengaktifkan sinyal HPD untuk menginterupsi peranti Source. Peranti Source kemudian memeriksa status link utama lewat kanal auxiliary untuk kemudian mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.

Canel Transmisi Data Display Port
Susunan Pin Konektor DisplayPort pada sisi Source
Konektor DisplayPort


Keterangan Pin DisplayPort :

Rating :

Bagikan :