Gawat! Manusia akan digantikan oleh kecerdasan buatan, Siapkah anda?

Content Protection by DMCA.com

AstronKomputer.com – Laporan Forrester Research yang dirilis belum lama ini memperkirakan bahwa sistem kecerdasan buatan (termasuk di dalamnya robot, perangkat automasi, mesin cerdas, dan sistem machine learning), akan mengisi lapangan pekerjaan di AS sebanyak tujuh persen pada tahun 2025 nanti. Sebelumya, pasa analis memperkirakan bahwa teknologi kecerdasan buatan akan mengisi lapangan pekerjaan di AS sebanyak enam belas persen. Namun kecerdasan buatan juga akan menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 9 persen sehingga hanya akan benar menggantikan pekerjaan manusia sebanyak 7 persen saja.

Angka ini menyadarkan banyak orang bahwa industri dan bisnis akan banyak mengadopsi kecerdasan buatan untuk menggantikan tenaga kerja manusia. Robot dan sistem ini dianggap lebih ekonomis dan andal karena tidak membutuhkan cuti, layanan kesehatan, dan tunjangan lainnya.

Menurut catatan analis Forrester Craig LeClair dan J.P. Gownder, sebanyak 13,9 juta lowongan di AS akan tersedia akibat implementasi kecerdasan buatan di industri dalam sembilan tahun mendatang. Lowongan pekerjaan yang tersedia ini sangat beragam dan umumnya berhubungan dengan dunia IT, mulai dari data entry sampai data analysis.

“Era kecerdasan buatan akan menciptakan lowongan pekerjaan baru, seperti pemantau kinerja robot, data scientist, spesialis automation, dan concent curators,” ujar Craig dan Gownder. Menurut keduanya, transformasi pekerjaan akibat implementasi kecerdasan buatan dalam industri ini akan menjadi lebih dramatis. Keduanya lalu mencontohkan implementasi sistem Watson IBM dalam analisis data. Penerapan sistem ini menurut keduanya bisa mengurangi banyaknya waktu yang biasanya dipakai para analis untuk mencerna data. Artinya, para data scientist kini akan memiliki lebih banyak waktu untuk berfokus pada aktivitas dengan nilai lebih tinggi, seperti menafsirkan data dan hasilnya.

Menurut Forrester, menghapus aktivitas “membosankan” dan memberi tugas yang lebih menarik diperkirakan akan meningkatkan semangat dan rasa betah karyawan. Laporan ini juga mencatat bahwa menggunkan robot untuk menangani tugas-tugas mendasar akan memberikan peluang bagi manusia untuk bisa berinteraksi lebih sering dengan konsumen. Para konsumen sendiri telah banyak “dibombardir” oleh berbagai informasi dari aplikasi mobile, media sosial, situs-situs perbandingan harga, dan iklan via surel (e-mail).

Pekerja di Belakang Meja Terancam

‘Para pekerja yang berada di belakang meja atau yang berada dalam cubicle akan terancam oleh meningkatnya peran sistem kognitif/kecerdasan buatan,” ujar LeClair dan Gownder. LeClair dan Gownder lalu menambahkan bahwa mengubah hakikat pekerjaan akan memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan dampak dari kehilangan pekerjaan akibar meningkatnya peran sistem cerdas.

Menurut Forrester, staf perkantoran dan bagian administrasi akan banyak terkena dampak munculnya kecerdasan buatan ini. Kedua posisi ini diperkirakan akan mengalami pukulan hebat di antara tahun 2016 dan 2020. Bagian penjualan dan yang berkaitan dengannya diperkirakan akan merasakan dampaknya.

Namun, posisi-posisi yang membutuhkan pengetahuan atau pemikiran mendalam, seperti dokter dan para pekerja finansial atau manajemen, diperkirakan tidak terlalu terpengaruh oleh munculnya sistem cerdas ini.

Laporan Forrester ini memperkuat pernyataan sebelumnya yang diungkapkan oleh para analis kecerdasan buatan dan ilmuwan komputer. Para analis itu sebelumnya menyatakan bahwa akan ada kolaborasi lebih besar antara manusia dan robot. Dengan kemajuan teknologi robot dan sistem cerdas, mesin-mesin suatu saat nanati akan bisa membantu manusia menjalankan tugasnya secara lebih mudah dan lebih baik.
Sumber : InfoKomputer
Rating :

Bagikan :
  • Kayanya Robot bakalan exsis nih ditahun-tahun mendatang..hee

    Rating :
  • Bener gan.. Asalkan jangan sampai kejadian seperti di film, robot ingin menguasai dunia.. hehe..

    Rating :